close icon

Makelarumah.com
Tersedia di Google Play

15 Bank dengan Suku Bunga KPR Rendah

15 Bank dengan Suku Bunga KPR Rendah

Di bulan Oktober 2021, ada beberapa bank yang menawarkan suku bunga KPR rendah. Bagi Anda yang berencana membeli rumah dengan KPR, kesempatan bagus ini tentu sayang jika dilewatkan begitu saja.

Apalagi di lokasi-lokasi favorit kenaikan harga rumah biasa terjadi per kuartal atau tiga bulan sekali. Jadi sebelum harga naik, segera kunci harga rumahnya dari sekarang. Akan tetapi, sebelum berencana mengajukan KPR, penting untuk Anda mengetahui lebih detail seputar seluk beluk KPR. Diantaranya:

  1. Pengertian KPR
  2. Jenis-Jenis Bunga KPR Di Indonesia
    • Bunga Tetap (Fixed Rate)
    • Bunga Mengambang (Floating Rate)
    • Bunga Capped
  3. Cara Menghitung Bunga KPR
    • Menghitung Bunga KPR dengan Metode Efektif
    • Menghitung Bunga KPR dengan Metode Flat
    • Menghitung Bunga KPR dengan Metode Anuitas
  4. Take Over KPR
  5. Lima Pilihan Bank KPR dengan Suku Bunga Rendah
  6. Hal-Hal yang Harus Diperhatikan Debitur tentang Bunga KPR

1. Pengertian KPR

KPR merupakan singkatan dari Kredit Pemilikan Rumah, yaitu produk pembiayaan untuk pembeli rumah dengan skema pembiayaan sampai dengan 85% – 90% dari harga rumah.

Hingga saat ini KPR disediakan oleh perbankan, walaupun sudah ada perusahaan pembiayaan yang menyalurkan pembiayaan dari lembaga sekunder untuk pembiayaan perumahan (housing financing).

Pengembang biasanya sudah bekerja sama dengan bank untuk mempermudah proses pengajuan KPR. Oleh sebab itu, salah satu pertimbangan saat membeli rumah adalah bank yang menyalurkan KPR.

Permohonan KPR diajukan dengan mengisi formulir pemesanan unit dari pengembang serta melunasi biaya pemesanan dan uang muka. Lengkapi formulir pengajuan kredit dan siapkan dokumen-dokumen penting seperti yang tertera dalam daftar syarat KPR berikut ini.

  • Warga Negara Indonesia (WNI) dan memahami hukum.
  • Bagi karyawan, usia minimal adalah 21 tahun dan maksimal 55 tahun.
  • Bagi wiraswasta dan profesional, usia minimal adalah 21 tahun dan maksimal 65 tahun.
  • Memiliki penghasilan rutin setiap bulan.
  • Sudah bekerja minimal dua tahun untuk karyawan.
  • Sudah menjalankan usaha minimal tiga tahun untuk wiraswasta dan profesional .

[property-tip]Luangkan waktu untuk membandingkan tawaran KPR dari beberapa bank[/property-tip]

2. Jenis-Jenis Bunga KPR Di Indonesia

Suku bunga KPR tetap (fixed) dan fluktuatif (floating) merupakan dua jenis sistem penentuan suku bunga pinjaman yang dikenal dalam dunia perbankan.

Biasanya, orang awam akan sulit menentukan pilihan diantara keduanya, apalagi bila tidak mengetahui dengan pasti cara perhitungan bunga tersebut. Secara singkat, berikut pengertian dari keduanya.

  • Bunga Tetap (Fixed Rate)

Bunga dikenakan ke debitur dengan patokan angka tertentu selama tenor tertentu. Misalnya, suku bunga tetap 7% selama setahun. Artinya, di tahun pertama suku bunga tetap 7% kendati suku bunga pasar fluktuatif.

  • Bunga Mengambang (Floating Rate)

Bunga yang diterapkan kepada debitur mengikuti fluktuasi suku bunga acuan (BI rate). Bank biasanya menerapkan kombinasi bunga dalam sebuah produk KPR.Misalnya, Anda membayar cicilan dengan bunga tetap selama beberapa tahun pertama, kemudian melunasi sisanya dengan bunga mengambang. Atau, bisa juga sejumlah pokok dikenai bunga tetap, dan sisanya dikenai bunga mengambang. Suku bunga KPR tetap (fixed) dan fluktuatif (floating) merupakan dua jenis sistem penentuan suku bunga pinjaman yang dikenal dalam dunia perbankan.

  • Bunga Capped

Selain kedua jenis bunga tersebut, ada beberapa bank yang menawarkan bunga capped atau dibatasi. Bunga capped bersifat seperti bunga mengambang, namun dibatasi. Contohnya, jika Anda mendapatkan bunga capped sebesar 10%, maka bunga yang dikenakan kepada Anda akan fluktuatif sesuai pasar namun maksimal 10%. Jika bunga di pasaran mencapai 11%, maka Anda hanya akan dikenakan bunga sebesar 10%. Namun jika bunga turun hingga 9%, bunga yang dikenakan kepada Anda juga turun hingga 9%.

3. Cara Menghitung Bunga KPR

Terdapat tiga metode dalam perhitungan Bunga KPR. Metode atau cara untuk menghitung Bunga KPR antara lain metode efektif, flat, dan anuitas

a. Menghitung Bunga KPR dengan Metode Efektif

Jumlah bunga ditentukan berdasarkan perkalian tingkat suku bunga dengan sisa pokok pinjaman. Setiap bulannya, saldo pokok pinjaman akan berkurang seiring dengan pelunasan cicilan Anda. Maka, dalam metode ini, debitur akan membayar jumlah bunga KPR yang menurun setiap bulannya.

b. Menghitung Bunga KPR dengan Metode Flat

Dengan metode flat, bank pemberi pinjaman akan menghitung bunga berdasarkan pokok pinjaman di tahap awal. Berbeda dari metode efektif yang berdasarkan sisa pinjaman. Maka, debitur harus membayar jumlah bunga yang sama setiap bulan, lantaran pokok pinjaman karena faktor pengali dari bunga tidak berubah. Dengan demikian, porsi pokok dan porsi bunga kpr pun dalam jumlah cicilan yang tidak berubah.

c. Menghitung Bunga KPR dengan Metode Anuitas

Metode anuitas bisa dikatakan sebagai modifikasi dari metode efektif. Metode ini mengatur jumlah angsuran pokok dan bunga yang dibayar senantiasa sama setiap bulannya. Besaran bunga anuitas akan disesuaikan berdasarkan jumlah angsuran pokok yang berubah setiap bulannya, agar total angsuran tetap sama setiap bulannya.

 

4. Take Over KPR

Take over KPR bisa jadi opsi tepat apabila Anda ingin membeli rumah di lokasi tertentu dengan harga relatif miring. Sebab membeli rumah yang sedang dicicil atau take over kredit, acapkali disebabkan si pemilik rumah atau penjual sedang butuh uang dalam waktu cepat.

Pihak perbankan pun melihat ini sebagai pangsa pasar yang prospektif, sehingga biasanya memberi banyak kemudahan terutama bagi nasabah yang dinilai bankableJika Anda tertarik untuk memilih opsi take over KPR, maka penjelasan dan caranya yang lebih detail bisa Anda simak dalam ulasan Take Over KPR, Bagaimana Caranya?

[property-tip]Sebelum mengajukan KPR, pastikan Anda sudah mengetahui cara mengajukan kredit rumah secara lengkap[/property-tip]

5. Lima Pilihan Bank KPR dengan Suku Bunga Rendah

Setelah merasa sudah siap untuk mengajukan KPR, hal lain yang tak kalah penting adalah melakukan perbandingan nilai suku bunga antar bank. Sebab, bank acapkali menawarkan promo suku bunga KPR rendah dalam rentang waktu terbatas. Momen inilah yang harus segera dimanfaatkan oleh debitur agar jumlah angsurannya menjadi lebih ringan.

Agar memudahkan Anda dalam memilih bank mana yang tepat, Rumah.com telah merangkum lima bank dengan penawaran suku bunga KPR rendah per Oktober 2021.

  1. Bank BTN

Memiliki hunian bisa Anda wujudkan melalui program pembiayaan KPR. Seperti fasilitas yang diberikan Bank BTN untuk masyarakat melalui program KPR-nya. Ada promo menarik dari Bank BTN dengan suku bunga KPR 4,5%. Promo tersebut bisa didapatkan melalui pameran properti online bertajuk ‘Rumah.com & REI Property Expo’ didukung Bank BTN.

Tidak hanya suku bunga rendah, ada juga promo bebas uang muka, diskon biaya asuransi jiwa hingga 15%, dan cashback saldo LINK AJA s/d Rp760.000. Kemudahan pengajuan juga bisa Anda dapatkan dalam expo ini. Bisa bebas ribet persyaratan kredit, dapat melakukan pengajuan di mana saja, dan Same Day Approval (persetujuan di hari yang sama).

  1. Bank BCA

Kredit Pemilikan Rumah atau KPR dari Bank BCA menawarkan kemudahan pembiayaan untuk pembelian properti baru/seken dan Multiguna/Renovasi. Dengan tenor panjang hingga 20 tahun. Dilansir dari situs resmi BCA, ini promo suku bunga KPR terbaru:

Program Promo Suku Bunga Fix

Program Suku Bunga

KPR Pembelian

Fix 3 tahun

5,75% min tenor 3 tahun

5,25% min tenor 5 tahun

4,80% min tenor 7 tahun

4,50% min tenor 8 tahun

Fix 5 tahun

6,75% min tenor 5 tahun

6,25% min tenor 7 tahun

5,80% min tenor 8 tahun

5,75% min tenor 10 tahun

Program Promo Suku Bunga Fix & Cap

Program Suku Bunga

Masa Fix 2 Tahun

Cap 3 Tahun

Minimal Tenor 5 tahun

5,75%

7,75%

Minimal Tenor 7 tahun

5,25%

7,25%

Minimal Tenor 8 tahun

4,90%

6,90%

Minimal Tenor 10 tahun

4,75%

6,75%

Selain itu, jika ingin pelunasan dipercepat, penalti yang dibebankan 2% selama masa fix, fix n cap, dan minimal tenor. Setelah jangka waktu fixed rate atau fix & cap berakhir, berlaku bunga floating yang ditinjau setiap 6 bulan.

Simulasi Perhitungan KPR Rumah Seken

Yuk hitung-hitung simulasi KPR lewat Kalkulator KPR. Ali akan membeli rumah seken dengan anggaran Rp1 M. Berapa cicilan yang harus dibayarkan Ali dengan suku bunga fix 5,8% selama 5 tahun?

Harga Rumah yang Dibeli

Rp1.000.000.000

Pembayaran DP 30%

Rp300.000.000

Sisa Pembayaran

Rp700.000.000

Periode KPR

Fixed 5 tahun

Suku Bunga

5,8% p.a.

Tenor

15 tahun

Lalu, berapa jumlah cicilan yang harus dibayarkan setiap bulannya?

Cicilan per bulan selama 5 tahun

Rp5.831.629

Cicilan setelah 5 tahun

Berlaku floating (sesuai ketentuan bank)

Jadi, proses pembelian KPR rumah Ali, yaitu membayar DP KPR 30% dengan cicilan perbulan Ali selama 5 tahun fixed rate sebesar Rp5.831.629. Setelah masa fixed berakhir, barulah berlaku suku bunga floating.

  1. Bank BJB

Bank BJB memberikan fasilitas pembiayaan rumah yang cukup beragam. Tidak hanya untuk pembiayaan pembelian rumah/properti baru dan seken, tetapi juga pembiayaan refinancing/multiguna, take over, top-up, dan Kredit Bangun Rumah (KBR). Melansir dari situs resmi Bank BJB, produk BJB KPR menawarkan suku bunga ringan, yaitu 6,76% masa fixed 3 tahun pertama dan CAP di tahun ke-4. Setelah masa fix dan cap berakhir, berlaku suku bunga floating.

Pengajuan juga sudah bisa melalui formular online di dalam situs resminya. Bagi milenial, Anda tidak perlu khawatir, ada juga kemudahan KPR dengan KPR Gaul dari Bank BJB dengan segala kemudahannya. 

  1. Bank Jasa Jakarta

Bank Jasa Jakarta juga memberikan fasilitas KPR dengan pelunasan fleksibel tanpa penalti. KPR ini bisa digunakan untuk pembelian rumah baru dan juga KPR Multiguna. Dilansir dari website resmi Bank Jasa Jakarta, berikut ini suku bunga KPR yang berlaku.

7,50 % p.a. eff

fix 1 tahun

8,00 % p.a. eff

fix 2 tahun

8,50 % p.a. eff

fix 3 tahun

Uang muka yang harus dipersiapkan sebesar 30% dari total rumah yang dibeli. Yang berbeda, tenor KPR ini hanya 10 tahun saja dengan minimal KPR 1 tahun. Terdapat biaya provisi sebesar 1% dan administrasi sebesar Rp1.000.000.

  1. Bank Mandiri

Bank Mandiri memberikan fasilitas pembiayaan untuk Anda yang ingin memiliki rumah. Pembiayaan meliputi rumah tinggal/ruko/rukan/apartemen. Selain untuk pembelian rumah, Bank Mandiri memberikan fasilitas KPR seperti, take over, top up, angsuran fleksibel, dan angsuran berjenjang. Jangka waktu yang diberikan juga panjang hingga 20 tahun dengan keringanan uang muka yang diberikan.

Seperti diinformasikan dalam situs resmi Bank Mandiri, bulan ini terdapat promo Mandiri KPR Spesial HUT BMRI Ke-23 mulai 1 – 31 oktober 2021. Berikut ini informasinya:

Promo Khusus

Periode

Minimal Tenor

Fixed 1 tahun 2.3%

5 tahun

Fixed 2 tahun 2.3%

8 tahun

Fixed 3 tahun 2.3%

10 tahun

*promo berlaku untuk nasabah/developer pilihan

Promo Regular

Periode

Minimal Tenor

Fixed 1 tahun

3,88%

Fixed 3 tahun

4,88%

Fixed 5 tahun

6,86%

Fixed 10 tahun

8,88%

6. Informasi 10 Bunga KPR Bank Lain

No.

Bank

Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK)

1

BPD DIY

5,67%

2

Bank DBS

7,75%

3

PermataBank

8,25%

4

Bank Danamon

8,50%

5

Bank DKI

8, 50%

6

Bank UOB

8,80%

7

Bank OCBC NISP

8,80%

8

Bank Artha Graha

8,94%

9

Nobu Bank

9,25%

10

Bank BKE/SeaBank

8,88%

*Berdasarkan suku bunga dasar kredit (SBDK) efektif% per tahun

Dengan data di atas, Anda yang sudah membuat keputusan untuk memulai KPR, dapat pula mengambil keputusan bunga KPR bank mana yang cocok untuk Anda.

6. Hal-Hal yang Harus Diperhatikan Debitur tentang Bunga KPR

Setelah memilih bunga KPR yang cocok untuk Anda, tetap saja masih ada perlu diketahui, agar tidak salah langkah. Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan tentang Bunga KPR:

  • Down Payment atau DP harus juga diperhatikan saat memilih bunga KPR terkait.
  • Pastikan Anda telah membandingkan tingkat dan jenis bunga KPR.
  • Tentukan masa pinjaman KPR Anda.
  • Pastikan Anda telah membaca seluruh kebijakan Bank tempat Anda memilih bunga KPR.
  • Anda perlu melunasi kredit sebelum masa cicilan habis.
  • Ketahui penurunan sisa nilai KPR.

Di atas telah dibahas informasi suku Bunga KPR di berbagai bank. Anda pun telah mengetahui tata cara menghitung KPR serta hal-hal penting yang wajib diketahui sebelum memulai KPR. Kini saatnya Anda memantapkan hati dan pilihan pada bunga KPR yang tepat untuk diri Anda.

Sumber : Rumah.com

whatsapp button